LAPORAN
HASIL DISKUSI KELOMPOK 4
Hari/ tanggal :
Selasa , 10 November 2015
Tempat : Gedung kelas 8A, MTsN Model
Pandeglang 1
Judul : Sosial Media Lawan atau Kawan ?
I.
PELAKSANA DISKUSI
a. Moderator :
M Hasya Abdillah
b. Penyaji :
Alfandi Anwar
Aura Novanda Mauli
Elva Kemala
Fauziah
Lusi
Baiqotussholeha
c. Notulen
: Ratu Maharani
II.
TANYA JAWAB
Ø Season I
1. Pertanyaan
v Bagaimana cara kita menanggapi dampak negatif
dari sosial media ? Nana Oktaviana ( kelompok 3 )
v Adakah manfaat sosial media bagi pelajar ?
Geahadiani Utari ( kelompok 5 )
v Bagaimana cara menanggulangi kecanduan
internet ? Nur Annisa ( kelompok 2 )
2. Jawaban
v Bagaimana cara kita menanggapi dampak negative
dari sosial media ? ( Nana Oktaviana)
·
Dengan cara
mempelajarinya sehingga kita tahu apa saja dampak negative dan penyebabnya
sehingga kita tidak terdorong untuk melakukannya ( Alfandi Anwar)
·
Jangan
beranggapan bahwa begitu besarnya dampak negatif dari sosial media ( Lusi
Baiqotussolehah )
·
Maksud dari
Alfandi dan Lusi adalah kita itu harus mengerti dampak negatif dari sosial
media tanpa harus berfikir luas tentang dampak negatifnya. Karena jika kita
sudah mempelajari dampak negatifnya maka kita tahu cara pencegahannya.( M Hasya
Abdillah )
v Adakah manfaat sosial media bagi pelajar ? (
Geahadiani Utari )
·
Ada, contohnya
diberi tugas kita bisa browsing ( Elva Kemala Fauziah)
·
Bagaimana jika
kita malah buka-buka facebook ?
( Azahra N )
·
Ya jika kita
membuka Facebook untuk menanyakan sebuah tugas/ browsing ke teman atau guru. Ya
boleh – boleh saja. (Alfandi Anwar )
·
Gimana jika yang
kita cari itu, gak ada ? ( Rahmat Habib Auladi )
·
Tetapi dengan
facebook , bbm, twitter kita bisa berkomunikasi dengan teman, guru maupun orang
lain. ( Nana Oktaviana )
·
Bagaimana jika
lagi buka blog orang lain malah ada iklan yang bersifat negatif ? Bagaimana
cara menanggapinya ? (Meliza Cahya Putri )
·
Kita cari saja di
blog lain yang tidak mengarah ke hal-hal negatif ( Alfandi Anwar )
·
Iklan yang bersifat
negatif-kan bisa dilaporkan ke situs itu sendiri ( Nur Annisa )
v Cara kita menanggulangi kecanduan internet ? (
Nur Annisa )
·
Kita tidak boleh
terlalu terfokus kepada internet , kita kan bisa mencari ke buku dulu. ( M
Hasya Abdillah )
·
Bagaimana apabila
disamping kita terdapat gadget , ketika kita sedang mencari jawaban kebuku ? (
Nur Annisa )
·
Apabila yang
tidak terlalu penting kita diamkan saja ( M.Hasya Abdillah )
·
Cara kita agar kita
menanggulangi kecanduan internet yaitu dengan membuat jadwal atau menyibukkan
diri. ( Desti Yuni Aresta )
Ø Season II
1.
Pertanyaan
v Bagaimana cara untuk mengatasi anak kecil yang
melihat situs negatif ? ( Rahmat Habib Auladi )
2.
Jawaban
v Bagaimana cara untuk mengatasi anak kecil yang
melihat situs negative ?
( Rahmat Habib
Auladi)
·
Dengan cara
mengawasi anak kecil agar tidak terarah ke hal negative dan meminimalisir waktu penggunaan internet.
(Alfandi Anwar)
·
Orang tua jangan
terlalu mengizinkan anaknya. Lebih baik mengaji atau mencari kesibukkan lain
yang positif ( M. Hasya Abdillah)
·
Bagaimana jika
orangtuanya sibuk? (Irna Fajriah)
·
Sesibuk-sibuknya
orangtua pasti orangtua akan menitipkan kesaudara, nenek, pembantu ataupun
tetangga. (Aura Novanda Mauli)
·
III.
KESIMPULAN
Adanya
sosial media sangat berpengaruh baik atau buruk bagi remaja. Namun, lingkungan
sosial-nya yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan perilaku individu.
Jadi, jaringan sosial berbahaya untuk beberapa remaja tapi tidak bagi yang
lain, semuanya tergantung pada kepribadian remaja itu sendiri.
IV.
LAMPIRAN
Sosial media lawan atau kawan?
Pada umunya
sosial media digunakan oleh remaja untuk membicarakan tentang kehidupan mereka,
juga berbicara tentang apa yang mereka lakukan sehari-hari. Bahkan mereka
menunjukan eksistensi diri lewat jejaring sosial untuk mengatakan di mana
mereka pergi atau tempat-tempat yang mereka sukai untuk didatangi. Namun tidak
semua remaja seperti itu, karena banyak remaja yang menggunakan jejaring sosial
untuk mengkritik, berdiskusi atau untuk menemukan suatu peluang bisnis baru.
Remaja saat ini
tumbuh dengan di zaman internet. Tetapi, apakah hal ini akan berdampak ketika
mereka dewasa nanti? Lewat jejaring sosial, orang dapat saling berkomunikasi
wakaupun jaraknya jauh. Mereka dapat memberikan data privasi mereka, nomer
telepon, alamat, bahkan data keluarga serta hal lain yang seharusnya tidak di
ekspos. Siapapun langsung dapat berkenalan, meskipun tanpa mengetahui latak
belakangnya. Celakanya lagi, berbagai pemahaman dapat dengan mudah masuk ke
remaja bila tidak ada filter yang kuat di kehidupan remaja tersebut.
Banyak contoh
yang terjadi di masyarakat. Penggunaan jejaring sosial biasanya mengarah ke
pertemuan. Bila dirasiokan 3 dari 10 akan mengalami stres atau perlakuan
asusila. Selain itu, perilaku mereka juga berubah dalam kehidupan nyata,
julukan-juluakan serta nama nickname yang digunakan oleh remaja bisa
mengakibatkan duplikasi kepribadian. Perubahan kepribadian akan terajadi sesuai
keinginan mereka dalam sikap, tergantung kepada siapa mereka berbicara.
Kejahatan yang terjadi akibat terlalu banyaknya informasi yang dibagikan di
sosial media. Alamat, telepon, foto-foto, semuanya ditayangkan di kolom profil
tanpa adanya batas untuk melihat semua informasi tersebut. Seorang remaja di
amerika kemasukan perampok di dalam rumah hanya karena menulis status di sosial
media. "Dirumah lagi sendiri, Orang tua keluar kota"
Kita tidak boleh
menyalahkan sosial media, karena semua kembali kepada penggunanya. Jejaring
sosial juga mungkin terbukti menjadi penyelamat. Ada 7 kasus di mana sosial media
telah menyelamatkan nyawa manusia. Satu contoh adalah kasus remaja mencoba
bunuh diri. "Pada musim semi 2009, seorang remaja inggris menulis di
sosial media ke seorang temanya bahwa ia akan bunuh diri. Pacar dan ibunya
segera diberitahu. Ibunya lalu menelepon polisi setempat, yang mengirimkan
sebuah tim sehingga remaja tersebut gagal bunuh diri."
Hal ini
menunjukan bahwa adanya sosial media sangat berpengaruh baik atau buruk bagi
remaja. Namun, lingkungan sosial-nya yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan
dan perilaku individu. Jadi, jaringan sosial berbahaya untuk beberapa remaja
tapi tidak bagi yang lain, semuanya tergantung pada kepribadian remaja itu
sendiri.
Komentar
Posting Komentar